Sunday, 18 October 2015

Kekerasan Anti-Israel Terbaru, 4 Warga Palestina Tewas

Polisi melaporkan setidaknya empat warga Palestina pembawa pisau, termasuk perempuan berusia 16 tahun, tewas dalam insiden terpisah.
Kekerasan antara remaja Palestina dan polisi Israel melonjak hari Sabtu (17/10) di Hebron, Tepi Barat yang diduduki Israel, dan di Yerusalem.

Polisi melaporkan setidaknya empat warga Palestina pembawa pisau, termasuk perempuan berusia 16 tahun, tewas dalam insiden terpisah. Menurut pihak berwenang, beberapa petugas keamanan Israel terluka dalam serangan itu.
Setidaknya 40 orang Palestina dan tujuh orang Israel tewas dalam kerusuhan jalanan yang dikaitkan pejabat-pejabat Palestina antara lain dengan meluasnya perambahan Yahudi di Yerusalem timur, tempat suci yang disebut Muslim sebagai Masjid al-Aqsa, dan disebut Yahudi, Temple Mount. Israel dengan tegas membantah klaim Palestina bahwa mereka hendak mengambilalih tempat suci itu.
Dalam satu serangan, polisi Israel mengatakan, seorang penjaga perbatasan di pos pemeriksaan Qalandiya antara Yerusalem dan Tepi Barat menembak seorang pemuda Palestina yang membawa pisau, pertama melukai si penyerang, lalu membunuhnya setelah dia untuk kedua kali hendak menusuk penjaga.
Kematian itu terjadi sementara ratusan aktivis Israel dan Arab berkumpul di Yerusalem Sabtu malam untuk melancarkan aksi damai.
Polisi mengatakan, di daerah sama sebelumnya hari Sabtu, remaja usia 16 tahun dibunuh setelah seorang di sana mengatakan kepada polisi remaja itu bertindak mencurigakan dan polisi menanyakan tanda pengenal. Menurut pihak berwenang, dua petugas menembak tersangka ketika ia mencoba menusuk mereka.
Di Hebron, militer Israel mengatakan seorang warga Palestina ditembak ketika hendak menusuk seorang pemukim Israel bersenjata. Dalam insiden kedua di Hebron, menurut polisi, seorang remaja Palestina tewas ketika mencoba menusuk seorang perempuan tentara Israel di luar pos pemeriksaan.
Malamnya, orang Palestina ketiga ditembak polisi di Hebron setelah menusuk dan melukai seorang polisi. Polisi tidak mengatakan apakah penyerang itu tewas.
Presiden Amerika Barack Obama hari Jumat mengimbau para pemimpin kawasan agar "meredakan" retorika yang mungkin memancing "kekerasan, kemarahan atau kesalahpahaman."
Obama juga mengatakan terserah orang Israel dan Palestina untuk memutuskan apakah akan memulai lagi pembicaraan perdamaian yang didukung Amerika, yang selama ini terhenti.
"Menurut saya, itu terpulang ke pihak-pihak terkait dan kami siap membantu, menunggu apakah mereka bisa memulai kembali hubungan yang lebih konstruktif." [voa Indonesia]

Saturday, 17 October 2015

Kapal Perang Rusia di Laut Kaspia Hantam Target ISIS di Suriah

Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris dan memantau kekerasan di Suriah menyatakan, serangan-serangan udara hari Rabu berlangsung di provinsi Hama dan Idlib.


Rusia, yang sedang melancarkan serangan udara di Suriah, hari Rabu (7/10) menyatakan telah menggunakan empat kapal perang di Laut Kaspia untuk meluncurkan roket ke arah target-target ISIS di negara yang dikoyak perang itu.

Menteri Pertahanan Sergei Shoigu memberitahu Presiden Vladimir Putin bahwa kapal-kapal itu menembakkan 26 misil jelajah ke sebelas target ISIS, yang dikatakannya hancur tanpa menimbulkan korban warga sipil.

Pernyataan mengenai serangan angkatan laut Rusia di Suriah muncul sementara Rusia mempertimbangkan untuk berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan Turki setelah dikritik atas serangannya selama sepekan ini di Suriah.

Organisasi pemantau kekerasan di Suriah yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, menyatakan, serangan-serangan udara hari Rabu berlangsung di provinsi Hama dan Idlib, di mana pasukan Suriah menembakkan misil darat-ke-darat di kawasan itu. 
Juga Rabu, pemimpin Liwa Suqour al-Jabal, sebuah kelompok pemberontak yang dilatih Amerika, mengatakan kepadaReuters bahwa serangan-serangan udara Rusia menghancurkan gudang senjata utama kelompok itu di provinsi Aleppo setelah menyerang kamp pelatihannya di Idlib pekan lalu.
Seorang jurubicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, para pakar pertahanan Rusia dan Amerika dijadwalkan bertemu hari Rabu guna membahas proposal untuk “mengoordinasi aksi dalam perang melawan” militan Negara Islam (ISIS) di Suriah.
Menteri Pertahanan Amerika Ash Carter mengatakan kepada wartawan hari Selasa bahwa kedua pihak mengadakan pembicaraan pekan lalu yang diprakarsai Rusia. Carter juga menolak berkomentar mengenai tanggapan Amerika terhadap pelanggaran wilayah angkasa Turki oleh pesawat-pesawat tempur Rusia, dengan mengatakan bahwa isu tersebut akan dibahas dalam pertemuan menteri pertahanan NATO hari Kamis (8/10).
Rusia dan Turki masing-masing telah membicarakan tentang kemungkinan membentuk kelompok kerja bersama guna mengoordinasi dan mencegah kemungkinan terjadinya insiden terkait serangan udara Rusia di Suriah. [Seorang jurubicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, para pakar pertahanan Rusia dan Amerika dijadwalkan bertemu hari Rabu guna membahas proposal untuk “mengoordinasi aksi dalam perang melawan” militan Negara Islam (ISIS) di Suriah.
Menteri Pertahanan Amerika Ash Carter mengatakan kepada wartawan hari Selasa bahwa kedua pihak mengadakan pembicaraan pekan lalu yang diprakarsai Rusia. Carter juga menolak berkomentar mengenai tanggapan Amerika terhadap pelanggaran wilayah angkasa Turki oleh pesawat-pesawat tempur Rusia, dengan mengatakan bahwa isu tersebut akan dibahas dalam pertemuan menteri pertahanan NATO hari Kamis (8/10).
Rusia dan Turki masing-masing telah membicarakan tentang kemungkinan membentuk kelompok kerja bersama guna mengoordinasi dan mencegah kemungkinan terjadinya insiden terkait serangan udara Rusia di Suriah. [voa Indonesia]